UN SMA/MA Tahap II Yakin Lulus 100%

Malang Raya Tak Lulus 3.145 Siswa di UN Utama

MALANG - Jawapos Senin 26 April 2010 - Sedikitnya 3.145 siswa dari 27.748 siswa SMA sederajat (SMA, SMK, dan MA) di Malang Raya tidak lulus ujian nasional (UN) utama yang akan diumumkan hari ini. Mereka pun wajib mengulang ujian tahap dua (UN II) 10-14 Mei mendatang.

Di Kota Malang, dari 13.460 siswa SMA/SMK/MA yang mengikuti UN, hanya 11.723 yang berhasil lulus dengan nilai di atas 5,5 sesuai standar minimal UN 2010. Dengam begitu, 1.737 siswa yang dinyatakan tak lulus UN utama.

Rinciannya, untuk tingkat SMK angka ketidaklulusannya mencapai 1.422 atau 18,02 persen dari 7.976 siswa yang mengikuti UN utama. Sedang untuk tingkat SMA/MA, pengklasifikasiannya didasarkan pada jurusan.

Untuk jurusan IPA, dari 2.585 siswa yang ikut UN, sebanyak 68 siswa atau 2,63 persen yang tak lulus. Program IPS, dari 2.615 siswa ternyata yang tak lulus mencapai 205 siswa atau 7,84 persen. Sementara untuk jurusan bahasa, angka ketidaklulusannya mencapai 42 siswa atau 14,79 persen. Padahal jumlah siswanya hanya 282 peserta.

Meski banyak siswa yang tidak lulus ujian, Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Malang optimistis angka itu akan menjadi nol pada awal bulan depan. Sebab, ada kesempatan untuk mengikuti ujian ulangan yang akan digelar mulai 10 Mei mendatang.

"Sekarang ini kan belum final. Setelah ikut ujian susulan nanti baru final, dan nanti akan habis (lulus semua)," kata Kadiknas Kota Malang Shofwan di sela-sela jalan sehat lunas PBB, siang kemarin.

Shofwan menegaskan, diknas memiliki alasan cukup kuat para pelajar yang tidak lulus itu bakal lolos saat ujian susulan nanti. Itu karena rata-rata hanya satu mata pelajaran yang tidak lulus. Di SMA, rata-rata yang tidak lulus pada mata pelajaran matematika dan Bahasa Inggris. Sedangkan, pada SMK ada tambahan materi ujian pada tahun ini tentang teori produksi. "Se-Jawa Timur angka ketidaklulusan teori produksi sangat tinggi. Dan mereka bisa mengulang," kata dia.

Shofwan menilai angka ketidaklulusan itu jauh lebih rendah dari hasil tryout yang diselenggarakan sebelumnya. Pada tingkat SMA, yang melakukan pengulangan tryout mencapai 20 persen. "Realitasnya kan hanya 5 persen yang mengulang," ujar dia.

Kondisi serupa juga terjadi di tingkat SMK. Dari tryout yang dilakukan sebelumnya sebanyak 22 persen yang harus mengulang. Tapi, kata dia, kenyataan yang mengulang sebanyak 18 persen. "Prosentase ini juga lebih rendah dibanding daerah lain yang rata-rata mencapai 30 persen," kata dia.

Shofwan juga mengatakan ada 10 lembaga yang memiliki 100 persen angka kelulusan. Yakni, SMAN 10, SMAK St Maria, SMAK St Yusuf, SMA Muhammadiyah 1, SMA Kertanegara, SMA Muhammadiyah 3, dan SMA Darul Ulum Agung. Sedang, untuk tingkat SMK dengan kelulusan 100 persen pada SMK Telkom. "Secara keseluruhan, nilai rata-rata di atas 45-50," katanya.

Sementara, Wali Kota Peni Suparto menandaskan, kualitas pendidikan dapat dilihat dari nilai rata-rata. Dan kenyataannya, nilai rata-rata siswa terus meningkat dari tahun ke tahun. "Berkualitas tidaknya kan di situ ukurannya, ada peningkatan nilai rata-rata," kata Peni.

Peni lantas memberikan penegasan bahwa pendidikan itu memiliki tiga tujuan. Yakni, untuk menambah pengetahuan, keterampilan atau skill, dan perubahan sikap. Dia lantas mencontohkan pada perubahan sikap itu dari yang kurang sadar pada aturan menjadi lebih sadar.

Pada pelaksanaan pengumuman, Peni berharap tidak ada konvoi atau arak-arakan kendaraan roda dua oleh para pelajar. Sebaliknya dia berharap, ada yang menampung luapan kegembiraan para pelajar itu dalam sebuah kegiatan. "Pawai motor hias di malam hari atau seperti apa. Mereka harus difasilitasi dan ada yang mendesain sedemikian rupa," kata dia. (yak/dan/lid/bb/war)

Komentar